Mobil Keluarga Seperti Apa yang Cocok di Era Generasi Gadget Sekarang?

Jakarta -Saat ini konsumen terbesar–termasuk produk mobil–di Indonesia adalah generasi Y atau generasi gadget yang tak memiliki loyalitas tinggi terhadap satu merek tertentu serta daya beli yang masih terbatas.

Lantas bagaimana strategi yang harus dijalankan pabrikan untuk menawarkan mobil keluarga yang cocok untuk mereka?

“Harus diakui, kondisi saat ini merupakan eranya generasi Y yang lahir 80 – 90-an. Dan faktanya, secara struktur demografis, generasi yang juga disebut generasi gadget itu jumlahnya paling banyak,” ujar pengamat otomotif yang juga peneliti di Lembaga Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik Idea Restorasi Mohammad Yudi Garibaldi, saat dihubungi, Rabu (11/11/2015).

Menurutnya, generasi inilah yang kini telah menapaki kelompok kelas menengah baru. Namun, mereka terbilang masih baru mulai masuk ke strata sosial itu. Mereka berada di level staf, supervisor, atau manajer.

“Artinya, dari sisi daya beli masih relatif terbatas dibanding dengan mereka yang berada di level menengah dan tertinggi di kelompok kelas menengah. Sementara, mereka yang berada di level ini jumlahnya relatif sedikit,” kata Yudi.

Tantangan lain bagi industri dalam menghadapi generasi ini adalah sikapnya yang lebih independen dan pragmatis. Karena lebih menguasai arus informasi yang bersumber dari internet atau peranti teknologi informasi lainnya, mereka cenderung tidak fanatik terhadap satu merek tertentu.

Sikap generasi ini lebih pragmatis dan rasional. Bagi mereka, jika sebuah produk memenuhi standar kualitas, keunggulan teknologi yang ditawarkan sesuai, serta harga yang terjangkau, bisa menjadi sebuah pilihan. Apapun mereknya.

“Ini berbeda dengan generasi baby boomer atau mereka yang lahir era 60-70-an. Mereka ini mempunyai loyalitas yang tinggi. Saya kira tantangan itulah yang juga dihadapi industri mobil, termasuk saat menawarkan mobil keluarga,” paparnya.

Pernyataan ini diamini oleh mantan direktur pemasaran sebuah agen pemegang merek mobil asal Jepang yang kondang di Indonesia. Pria yang tak bersedia disebut jatidirinya itu mengaku setuju dengan asumsi seperti itu.

“Sehingga, bagi industri, mereka ditantang untuk terus berinovasi agar bisa memenuhi tuntutan dan keinginan generasi Y itu. Mereka harus bisa menghasilkan mobil keluarga yang berteknologi canggih, nyaman, sesuai kondisi lingkungan, tapi harga terjangkau,” ucapnya.

Adapun Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor, Rouli Sijabat menyebut, tren pergantian generasi itu sejak lama menjadi perhatian Toyota. Hanya, kata dia, hal itu tidak disikapi secara frontal dengan serta merta melakukan revolusi produk, namun secara gradual.

“Karena inti dari kebutuhan konsumen itu sama yakni sebuah mobil keluarga yang sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia dan kondisi pengguna. Makanya, di Toyota ada diferensiasi produk yang lebih kaya, ada MPV Kijang dan NAV1 untuk medium, ada Avanza untuk entry level, dan Alphard untuk segmen premium. Dan Toyota, juga terus melakukan penyesuaian, maka hadirlah versi minor atau major change,” tuturnya saat dihubungi.

Iklan

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s